Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Fez Lamere Rilis Single “Balaga4Life”, Video Clip Dibuat Menggunakan Handphone!

admin

Di era serba digital saat ini, ponsel tak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi saja. Namun benda kecil yang mudah digenggam tangan tersebut telah beralih fungsi untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat.

Itulah yang dimanfaatkan betul oleh pemuda yang berdomisili di kota Yogyakarta ini. Rizqy Alrical A.Rumagorong namanya. Walaupun saat ini statusnya masih sebagai mahasiswa, namun pria yang akrab dipanggil Iky ini dikenal sebagai pembuat video dengan menggunakan ponsel.

Proses pembuatan video klip pun beragam, ada yang menggunakan peralatan canggih hingga menggunakan jasa tenaga profesional dalam penggarapannya.

Namun bagaimana jika fasilitas yang dipunya terbatas? Apakah mungkin sebuah video clip diproduksi menggunakan handphone?

Fez Lamere dan Angderinyo mampu membuat sebuah video klip “Balaga4life” sangat catchy hanya bermodalkan  peralatan seadanya dan tentunya dengan biaya yang cukup minim. Secara biaya, tentu lebih murah menggunakan kamera ponsel dibandingkan dengan kamera profesional. Namun menggunakan ponsel juga tak sembarangan. Dibutuhkan keahlian khusus dan pedalaman lebih dari ponsel yang akan digunakan.

Jika diperhatikan, mungkin tak ada yang percaya jika video klip tersebut diambil dengan hanya menggunakan kamera ponsel. Secara kualitas gambar terlihat cukup sempurna. Begitu pula dengan zoom in dan zoom outnya, tak kalah dengan kamera profesional.

Ya, apa yang dilakukan oleh Fez Lamere dan Angderinyo kali ini memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, single terbaru mereka tersebut dibuat hanya menggunakan satu buah kamera handphone saja.

Dalam video klip yang pengambilan gambarnya dilakukan di tiga tempat yang berbeda di kota Yogyakarta tersebut, sang sutradara yaitu Iky Dirty yang merupakan adik kelas Fez Lamere di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta hanya bermodalkan satu buah I phone 11 Pro Max.

“Tapi kita harus pintar-pintar. Kadang over cahaya langitnya. Kesulitannya itu di setting kameranya. Harus di lock kalau sudah dapat yang pas,” terang Iki.

Sekedar informasi, dalam video klip tersebut, Iki sama sekali tak menggunakan lampu tambahan. Sebagai gantinya, ia melakukan pengambilan gambar di pagi hari.

Menurut Iki, di pagi hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan pengambilan gambar di luar ruangan. “Pagi hari itu golden hour. Kalau siang cahayanya putih, ” tutur Iki.

Secara teknis, proses syuting tak melibatkan banyak orang. Hanya sang sutradara sendiri lah yang melakukan pengambilan gambar. Bahkan semua proses dilakukan hanya dalam satu handphone. Mulai dari pengambilan pengambilan gambar hingga proses editingnya. Berbagai aplikasi pun disematkan dalam ponselnya. Seperti VSCO X, PicsArt Gold, VN, dan Tezza. Semua aplikasi tersebut untuk menunjang hasil gambar yang lebih baik.

“Idenya sendiri ketika lihat adik kelasku itu. Dia kasih lihat kalau dia bikin video klip pakai handphone,” ujar Fez Lamere.

 Secara teknis, proses pengambilan gambar dengan menggunakan ponsel ternyata cukup mudah dan tidak berbelit-belit. Yang terpenting adalah kematangan konsep dari sisi sudut pandang pengambilan gambar serta penentuan cahaya yang tepat.

Sebelum melakukan proses syuting, sang sutradara terlebih dahulu menentukan waktu yang tepat agar cahaya yang didapatkan bisa maksimal. Karena itu, ditentukan waktu sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 09-00 WIB.

“Jadi kita ambil tiga hari. Kita ambil pagi karena mengejar matahari pagi. Kalau untuk handphone katanya paling bagus di pagi hari,” jelas Fez Lamere.

Tak ada alat penunjang lainnya. Bahkan ponsel hanya dipegang dengan tangan saja. Karena proses syuting dilakukan di outdoor. Walau begitu, hasilnya tetap terlihat maksimal.

Fez Lamere juga mengungkapkan jika proses tambahan hanya dilakukan pada saat proses editing saja. Dan sekali lagi, hal tersebut cukup mudah dilakukan. Pasalnya, saat ini telah tersedia berbagai aplikasi yang dapat diunduh secara gratis untuk menunjang proses editing. 

Walau dirasa mudah dan tidak berbelit-belit, namun kesulitan tentu tetaplah ada. Khusus untuk pengambilan gambar dengan menggunakan kamera ponsel, kesulitan utama adalah pada proses editing itu sendiri. 

 “Jadi pas cutting. Nyambungin mulut kita dengan suara asli di musik. Kan layarnya kecil. Biar pas harus di zoom berulang-ulang,” beber Fez Lamere. 

Sebenarnya tak perlu ponsel canggih untuk dapat membuat video klip. Semua ponsel dapat digunakan. Yang terpenting adalah konsep dan matang dan orang yang berada dibalik ponsel itu sendiri. Untuk selebihnya, proses editing dengan aplikasi yang cocok dengan kemauan kita lah yang menentukan. 

“Jadi dari orangnya sendiri. Pintar-pintar dia bikin angel. Lebih ke otaknya sang sutradara sih,” ujar Fez Lamere. 

Sebelumnya, berbagai jenis ponsel telah dicobanya. Dan semuanya memiliki keunggulan serta kelemahannya sendiri.

“Tahun 2016 saya pernah coba Xiomi, tapi kendalanya di stabilizer. Kalau android kacau di framenya. Sebelumnya juga pernah coba I Phone 6,” beber Iki.

Untuk proyek selajutnya, Fez Lamere berniat untuk kembali membuat video klip dengan kamera ponsel. Namun kali ini akan dilakukan dengan di malam hari dan dengan pencahayaan yang terbatas. Tentu hal tersebut akan dibantu dengan berbagai lampu yang menunjang. 

“Saya merasa ini lebih simpel. Syuting di apartemen nggak perlu ijin. Karena kan pakai ponsel. Kalau pakai kamera harus ijin. Jadi lebih mudah aja,” kata Fez Lamere sambil tertawa.   

Menggunakan ponsel untuk membuat video klip memang cukup meringankan biaya. Namun dari segi kesulitan mungkin lebih sulit menggunakan ponsel dibandingkan kamera profesional.

Dengan kemauan dan kreativitas yang tinggi, siapapun bisa membuat video klip melalui handphone. Jadi, tetap semangat berkarya ya. Buat karyamu didengar lebih banyak orang dengan distribusi menyeluruh pada digital streaming platform melalui IDETIMUR. Dengan optimasi kami tingkatkan pencapaian karyamu ke level yang berikutnya.

Written By: admin