Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Siapa sangka? Sebelum Dikenal Sebagai Penyanyi, Ternyata Wizz Baker Pernah Menjadi Penata Musik di Kepolisian

Nicko Show - IDE TIMUR

Kualitas vokal pria asal kota Sorong, Papua Barat ini tak perlu diragukan lagi. Musik memang tak bisa dipisahkan dari hidup seorang Wizz Baker. Di kota kelahirannya, pemilik nama lengkap Andi Sechil Tuharea ini telah terbiasa mendengarkan musik-musik Hip Hop dan Reggae yang memang cukup populer di sana.

Dua genre musik tersebut cukup berpengaruh terhadap dirinya. Alunan nadanya yang khas serta notasinya yang memang memiliki karakter tersendiri membuat Wizz Baker semakin penasaran.

Rasa penasaran tersebutlah yang akhirnya mengantarkan Wizz Baker sebagai pencipta lagu. Karena setiap hari telinganya akrab dengan musik-musik tersebut, Wizz Baker sama sekali tak merasa kesulitan untuk membuat lagu dengan dua genre tersebut.

Diluar dugaan, lagu-lagu ciptaannya banyak disukai orang lain. Setidaknya oleh teman-teman dekatnya sendiri.

“Jadi dulu itu saya awalnya belum nyanyi. Saya Cuma sebagai pembuat musik. Produser musik juga,” beber Wizz Baker.

Semua berawal dari mulut ke mulut. Banyak penyanyi-penyanyi muda yang tertarik dengan lagu ciptaannya. Hingga akhirnya, Wizz Baker mulai dikenal sebagai produser musik.

Di tahun 2012, Wizz Baker hijrah ke Manado, Sulawesi Utara untuk meneruskan pendidikannya disana. Di Manado, ia pun tak pernah meninggalkan musik. Bahkan di sela-sela kesibukannya kuliah, Wizz Baker mulai serius mempelajari dunia recording. Tak hanya itu, sesekali ia juga kerap tampil dalam acara-acara yang digelar di kota tersebut.

“Tahun 2012 masih ikut-ikutan dance. Dulu bukan penyanyi, tapi masih nge-rap,” ungkapnya.

Karena kepiawaiannya membuat lagu, nama Wizz Baker pun mulai dikenal. Hingga akhirnya, keahliannya tersebut dilirik oleh pihak Mapolres Bitung, Sulawesi Utara.

Wizz Baker diminta untuk mengerjakan proyek-proyek di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bitung. Di sana, Wizz Baker lah yang diminta untuk membuat musik untuk Lantas Musik.

“Jadi semua dari mulut ke mulut. Karena banyak yang dengar dan banyak yang suka,” ungkap Wizz baker.

Sejak tahun 2016, Wizz Baker telah akrab di kesatuan tersebut. Bahkan Wizz sempat menjadi penata musik dalam ajang Police Movie yang diadakan dengan skala nasional. Saat itu Polres Bitung menyabet juara satu untuk lomba tersebut.

Job demi job pun mulai didapatkannya. Wizz Baker juga aktif di TVRi sebagai penata musiknya. Dan kini, pria multitalenta ini kembali berhasil membuktikan jika dirinya tak hanya pandai membuat lagu saja. Kehadirannya sebagai seorang penyanyi pun cukup menyita perhatian. Terbukti, single berjudul “Malam” yang dinyanyikannya berhasil ditonton sebanyak 8,6 juta kali.

“Setelah job-job di polres itu saya mulai baca-baca pasar. Seiring berjalannya waktu saya memang mulai bikin lagu untuk dinyanyikan sendiri. Dan saya mulai upload-upload di YouTube. Dan ternyata banyak yang suka. Akhirnya benar-benar menjadi penyanyi,” katanya sambil tertawa.

 

 

 

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR