Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Tak Ingin Melupakan Tanah Kelahirannya, Wenro H Masukan Unsur Tradisional Masyarakat Kei Dalam Lagu “Tombak Kei”

Nicko Show - IDE TIMUR

IDE Timur – Dimana pun kita berada, jangan pernah melupakan daerah asalmu. Kalimat bijak tersebut selalu dipegang teguh oleh musisi hip hop yang satu ini. Walaupun kini menetap di kota Yogyakarta, Wenro H tak pernah melupakan tanah kelahirannya, Maluku Tenggara.

Kecintaannya terhadap tanah kelahirannya tersebut pun dituangkan dalam salah satu lagunya yang berjudul “Tombak Kei”. Sejak merantau ke kota Yogyakarta di tahun 2018 silam, Wenro  memang cukup aktif dalam kegiatan bermusiknya.

Hingga kini, sebanyak 8 lagu telah dirilisnya. Dan tentu saja hal tersebut membuat bangga keluarga besarnya di Maluku Tenggara.

Namun ada satu hal yang mengganjal, sebagai musisi yang berasal dari Indonesia Timur, keluarga Wenro ingin agar Wenro juga dapat mengangkat budaya dari tanah kelahirannya tersebut.

“Akhirnya ada request dari keluarga dari kampung. Mereka ingin laguku itu ada yang mengenai sejarah, tempat atau peninggalan lama,” jelas Wenro.

Wenro (Foto. Dokpri)

 

Permintaan dari keluarga besarnya tersebut pun tak dapat ditolaknya. Namun untuk mewujudkannya ternyata tak semudah yang dibayangkannya. Wenro pun mencoba memutar otak agar keinginan dari keluarga besarnya tersebut dapat terpenuhi.

Terpikirlah ide untuk membuat lagu yang mengangkat tradisi masyarakat Kei, Maluku Tenggara. Kepulauan Kei sendiri adalah gugusan pulau di kawasan tenggara Maluku. Dan Wenro memang berasal dari sana.

Saat itu terlintas untuk membuat lagu mengenai Tombak Kei. Dan agar lagu tersebut kental dengan nuansa adat, Wenro ingin agar dalam video klipnya juga menampilkan tarian-tarian adat Kei.

“Pokoknya harus sesuai dengan tarian adat Kei. Tapi cari orang untuk itu kan susah juga,” kata Wenro sambil tertawa.

Wenro (Foto. Dokpri)

 

Beruntung, di Yogyakarta, ada sekelompok anak muda Maluku yang memang telah terbiasa melakukan tarian-tarian adat Kei. Wenro pun mengajak lima orang dari kampung halamannya tersebut untuk terlibat dalam pembuatan video klip lagu “Tombak Kei”.

“Semua itu teman di Jogja. Kita latihannya satu minggu agar gerakannya sempurna,” ucap Wenro.

Apa yang dilakukan Wenro tersebut memang patut diacungi jempol. Tak hanya tarian-tarian adat saja, Wenro juga mengajak Klin Of Physco, musisi dari kampung halamannya untuk berkolaborasi.

Dan hasilnya, lagu “Tombak Kei” pun langsung menuai komentar positif. Di bagian intro lagu tersebut, nuansa tradisonal memang cukup terasa. Semakin terasa saat menonton langsung video klipnya.

Beberapa penari terlihat bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana, ikat kepala dan pengikat tangan berwarna merah khas masyarakat Kei. Diiringi tabuhan musik perang, mereka menari dengan membawa senjata perang tradisional seperti panah dan tombak yang terbuat dari kayu.

 

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR