Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Takut Musiknya Tidak Diterima, Dila Lipata Justru Ciptakan Genre EDM Yang Unik

Nicko Show - IDE TIMUR

IDE Timur – Apa jadinya jika seorang rapper dan produser musik yang biasa mengerjakan musik-musik Disko Tanah bergabung menjadi satu? Dila Lipata lah jawabannya.

Duo anak muda asal Gorontalo ini berhasil meramu rap dan Disko Tanah menjadi musik EDM yang cukup unik. Ya, EDM ala Bossvhino (vokal) dan Febri Hands (produser) ini memang cukup berbeda dari musik EDM pada umumnya. Gabungan antara musik rap, hip hop dan disko tanah menghasilkan musik EDM ala Dila Lipata yang khas.

“Awalnya kita punya kekhawatiran tersendiri. Takutnya musik kita nggak diterima karena memang sedikit beda dari EDM yang ada,” ujar Bossvhino.

Terbentuk pada 15 Agustus 2020, Dila Lipata tericpta dari persahabatan antara Bossvhino dan Febri Hands. Semua berawal dari obrolan-obrolan santai dari dua musisi yang berbeda genre ini.

Tanpa disangka, keduanya memiliki ketertarikan untuk musik EDM. Obrolan-obrolan santai tersebut lantas berbuah kreativitas. Dua buah lagu pun akhirnya tercipta.

“Saya ada rasa ingin nyanyi. Selama ini kan nge-rap. Sebelumnya kita punya lagu masing-masing,” tutur Bossvhino.

Dila Lipata (Foto.Dokpri)

 

Kesepakatan untuk membuat sebuah grup pun akhirnya terjadi. Dalam Dila Lipata, Bossvhino bertanggung jawab untuk penulisan lirik dan musiknya. Bossvhino pula lah yang menjadi vokalis utama untuk grup ini.

Sementara Febri Hands bertanggung jawab untuk urusan produksinya. Dan hasilnya, lagu perdana mereka yang berjudul “Terapi” pun tercipta.

Pemilihan Dila Lipata untuk nama grup juga memiliki alasan tersendiri. Dila Lipata dalam bahasa lokal memiliki pengertian jika grup tersebut tidak ingin dilupakan. Filosofinya adalah, sekali mendengar nama ini, semua akan selalu mengingatnya.

“Sulitnya itu karena kita datang dari dua genre yang berbeda. Lagu ”Terapi” itu kita masih cari-cari. Ada sedikit warna hip hop nya,” ujar Bossvhino.

Dila Lipata (Foto.Dokpri)

 

Walau sempat merasa ragu, nyatanya lagu perdana mereka tersebut dapat diterima dengan baik. Komentar-komentar positif terus berdatangan.

Kini, sudah delapan lagu mereka ciptakan. Perlahan tapi pasti, Dila Lipata pun mulai menemukan benang merah yang pas untuk musik mereka. Lagu berjudul “Bawa Aku” yang menjadi lagu terbaru Dila Lipata disinyalir menjadi lagu yang paling mencerminkan karakter musik grup ini.

“Makin ke sini memang makin menemukan ramuan yang cocok. Ke depannya kita akan terus seperti ini karakternya,” jelas Bossvhino.

 

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR