Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Terali Gank, Musisi Timur yang Tetap Berkarya Dari Balik Jeruji Besi

Nicko Show - IDE TIMUR

Berkarya itu nggak perlu dinilai dari suatu tempat. Berkarya bisa dari mana saja. Yang penting ada tekad dan kemauan. Hal positif pasti mengikuti,”

Jika dicermati, kalimat yang diutarakan oleh Dhox, salah satu personil dari Terali Gank tersebut memang penuh makna. Apa yang dikatakan Dhox seakan menjadi suntikan semangat bagi semua orang untuk tetap berkarya meski situasi dan keadaan kurang mendukung.

Jika ada kemauan, semua pasti bisa! Itulah sebenarnya inti dari perkataannya. Dan apa yang dikatakan oleh Dhox memang bukanlah isapan jempol belaka. Buktinya, dari balik jeruji besi, Dhox dan keempat teman lainnya membentuk grup musik yang mereka beri nama Terali Gank.

Dari namanya saja sudah dapat ditebak. Terali Gank memiliki arti  sebagai perkumpulan dari balik jeruji penjara.  XFlo P, Jayzie, Raskill dan Dhox saat ini memang merupakan penghuni dari Lapas Kelas III B Manokwari Bersama 1 Orang  Pegawai Lapas Yaitu MJ.

Walau berstatus sebagai seorang narapidana, namun keempatnya sama sekali tak patah semangat dalam berkarya.  Justru sebaliknya, Terali Gank saat ini menjadi kebanggaan bagi Lapas Manokwari. Tak hanya konten komedi di YouTube saja, namun grup ini juga memproduksi lagu dari dalam lapas.

Hebatnya lagi, MV Ompreng milik mereka telah ditonton hingga 15 ribu kali. Lagu tersebut juga telah digunakan sebanyak 28 ribu di aplikasi TikTok.

“Kami di dalam bukan mau menujukan kami bandel. Justru kami mau menujukan kami tetap bisa berkarya dari dalam,” ucap Jayzie.

Terbentuk di tahun 2021 lalu, kreativitas Terali Gank mendapat dukungan penuh dari pihak lapas. Rupanya bakat dan potensi para personil Terali Gank tak luput dari pantauan pihak lapas. Dari inisiatif pihak lapas, mereka pun akhirnya disatukan.

“Kami sangat mensupport karena anak-anak ini mereka sebenarnya punya potensi. Karena ketika di luar lapas mungkin tidak menyadarinya,” kata Lince Bela, S.H selaku perwakilan dari pihak lapas.

Karena kemampuan mereka bernyanyi, dalam berbagai kegiatan Terali Gank pun kerap diminta untuk tampil. Potensi besar tersebut pun membuat pihak lapas memberikan support bagi Terali Gank untuk memproduksi lagu mereka sendiri.

Namun melakukan proses rekaman di dalam penjara ternyata tak semudah yang dibayangkan. Para personil Terali Gank tetap harus mengikuti beberapa peraturan lapas.

“Kendala yang kita alami mungkin listrik karena di lapas lampu dan listrik hidup setelah jam 6 sore.  Jadi jam 6 sore baru bisa melakukan proses rekaman,” ungkap XFlo P.

Lagu yang berjudul Ompreng langsung mencuri perhatian warganet. Namun banyak yang bertanya-tanya, bagaimana cara Terali Gank mempromosikan lagu tersebut. Sekali lagi, untuk yang satu ini, pihak lapas lah yang turun tangan memberikan dukungan penuh. Karena aturan lapas melarang para napi menggunakan ponsel, pihak lapas lah yang akhirnya mengelola akun sosial media mereka.

“Pokoknya jangan menilai orang di dalam lapas jahat dan diluar baik. Di dalam lapas bukan jadi tempat untuk membatasi orang untuk melakukan sesuatu,” tegas Dhox.

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR