Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Demi Mempelajari Musik Di Warnet, Richard Jersey Rela Bolos Sekolah

Nicko Show - IDE TIMUR

IDE Timur – Awalnya, hampir tak ada yang mendukung keinginan Richard Jersey untuk menekuni musik. Begitu pula dengan kedua orangtuanya.

“Memangnya bisa makan apa dari musik? Memangnya bisa hidup dari YouTube. Orangtua pacar saya pernah bilang gitu ke saya,” kenang Richard.

Padahal, sejak kecil Richard Jersey telah menunjukan ketertarikannya dengan musik.  Sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Richard sudah mengidolkan  Igor Syakoji  dan Ecko Show. Hampir setiap hari Richard mendengarkan karya-karya mereka . Hingga akhirnya, ketika duduk di bangku SMP, Richard mulai penasaran mengenai proses pembuatan lagu.

Karena tak memiliki teman yang mempunyai minat yang sama, Richard pun mulai mencari tahu sendiri. Tak terhitung lagi berapa kali ia bolos sekolah demi bisa berada di warnet untuk mempelajari segala sesuatu mengenai proses pembuatan lagu.

“Saya belajar virtual DJ. Pokoknya belajar pegang komputer.  Pengen tahu cara bikin musik sendiri. Dari dulu otodidak,  nggak ada yang ngajarin. Beneran sendirian,” ungkap Richard.

Alhasil karena sering membolos, Richard menjadi langganan dipanggil oleh pihak sekolah. Richard pun kerap mendapat hukuman dari kedua orangtuanya.

Namun saat itu, ia tidak pernah berterus terang jika dirinya membolos karena ingin mempelajari musik di warnet.

“Pasti ketauan karena seharian kan nggak ketemu sekolah. Saya bilang ke rumah teman. Soalnya dari SD main PS aja dilarang, apalagi ke warnet,” kata Richard sambil tertawa.

Richard Jersey (foto. Dokpri)

 

Ketika sudah mulai SMA, Richard pun telah berhasil membuat lagu sendiri. Hasil proses belajarnya di warnet ia terapkan di laptop yang ia pinjam dari temannya.

Lagu bergenre hip hop pun menjadi karya perdananya.   Namun seringnya ia meminjam laptop dari teman rupanya menimbulkan kecurigaan tersendiri dari kedua orangtuanya.

Pas lulus sekolah baru tahu. Kan pinjam-pinjam laptop teman bawa ke rumah. Terus banyak yang ngomong pinjam laptop buat apa? Kalau rusak gimana?,” ujar Richard.

Tak ingin lagi berbohong, Richard pun akhirnya berterus terang jika laptop tersebut ia pinjam untuk membuat musik. Di luar dugaan, ternyata kedua orangtuanya cukup marah dengan pengakuan jujur dari Richard tersebut.

“Namanya orangtua ingin anak yang terbaik lah. Katanya ngapain bikin lagu. Nggak guna lah. Buat apaan. Tapi tetap pinjam tapi dia-diam jangan sampai ketahuan,” ungkap Richard.

Richard Jersey (foto. Dokpri)

 

Alhasil, Richard pun harus kembali diam-diam menekuni musik. Beruntung tak lama kemudian, kedua orangtuanya membelikan Richard sebuah laptop bekas. Tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya, laptop tersebut digunakannya untuk membuat musik.

Richard pun semakin bersemangat untuk membuat musik. Bahkan ia mulai membuat channel YouTube sendiri. Namun sayang, usia laptop tersebut tak bertahan lama. Beberapa kali Richard harus menahan kekecewaan karena laptopnya terus menerus rusak.

Karena tak lagi memiliki laptop dan sempat tersandung masalah hukum, Richard sempat vakum bermusik. Hingga seseorang yang ia kenal di tahun 2019 memberikan kembali suntikan semangat untuk bermusik.

“Dia bilang kalau saya disuruh bikin YouTube baru. Akhirnya saya bikin lagi. Sekarang sudah puluhan lagu yang saya buat. Sekarang saya sudah semangat buat bermusik. Orangtua juga sudah mendukung. Bahkan saya bisa buktiin sudah bisa dapat penghasilan dari musik,” beber Richard.

 

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR