Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Padukan Hobi Dan Karya, D’Facto Rap Muncul Dengan Sesuatu Yang Berbeda

Nicko Show - IDE TIMUR

IDE Timur – Musik hip hop mungkin identik dengan rap. Namun dalam perkembangannya, musik hip hop mulai berinovasi dengan mencampurkan musik dari genre-genre yang berbeda. Namun bagaimana jika hip hop dipadukan dengan karya sastra?

D’Facto Rap lah jawabannya. Karya yang disuguhkan oleh pria asal Maluku ini memang cukup unik. Bagaimana tidak? D’Facto Rap memadukan antara puisi dengan rap.

D’Facto Rap sebenarnya bukanlah sebuah grup. D’Facto Rap adalah nama yang dipilih oleh Amal Hasanuddin dalam memperkenalkan karya-karyanya.  Untuk sebuah musikalisasi puisi, karya dari D’Facto Rap ini mungkin cukup jarang terdengar di Indonesia.

“Mungkin bisa dibilang kalau saya menggabungkan hobi dan karya. Jadinya ya puisi dan musik rap,” ungkap Amal  Hasanuddin.

Ya, Amal memang tak asing lagi dengan puisi dan rap. Pamannya adalah seorang sastrawan. Sejak kecil, Amal telah terbiasa menulis puisi. Bahkan ia menyebut jika menulis puisi telah menjadi hobi yang ditekuninya sejak lama.

D’Facto Rap (foto.Dokpri)

 

Di sisi lain, sebagai masyarakat Timur, telinga Amal cukup terbiasa mendengarkan musik hip hop. Sebelum dikenal sebagai D’Facto Rap, Amal telah memiliki beberapa lagu dengan genre hip hop.

Namun tiba-tiba, ide liar terlintas dikepalanya. Amal mencoba untuk menggabungkan hobi dengan karya. Hingga akhirnya  tercetus ide untuk membuat D’Facto Rap.

“Saya angkat isu-isu yang terjadi disekitar kita. Bukan hanya isu sosial saja. Tapi semuanya yang berhubungan dengan kenyataan,” jelas Amal.

Bagi sebagian orang, apa yang disuguhkan amal tersebut memang terdengar sedikit aneh. Karena itu, tak sedikit yang memberikan penolakan atas karya-karya Amal.

“Saya hampir ditolak orang sekampung. Katanya nggak bagus. Bikin malu kampung saja,” kata Amal sambil tertawa.

Meski kerap mendapat penolakan, Amal tak menyerah. Ia tetap berkomitmen untuk menyuguhkan sebuah karya yang berbeda.  Namun membaca puisi sambil nge-rap tentu tak semudah yang dibayangkannya.

D’Facto Rap (foto.Dokpri)

 

Apalagi puisi karya Amal cukuplah panjang. Alhasil, ketika berada di atas panggung, Amal kerap tak hafal puisi yang ia buat tersebut.

“Wah itu sulit. Saya sering nggak hafal. Saking panjangnya. Apalagi kalau nekat nggak baca teks. Akhirnya sering improvisasi,” ujar Amal.

Perjuangan Amal tak sia-sia. Perlahan tapi pasti, banyak orang yang mulai menghargai karyanya. D’Facto Rap dianggap sebagai inovasi baru dalam musik hip hop.

Dan pada akhirnya, Amal pun mula kebanjiran job untuk tampil di panggung-panggung di kawasan Indonesia Timur. Tak hanya itu, kemunculan D’Facto Rap akhirnya menginspirasi seniman-seniman lain untuk membuat karya serupa.

“Dulu sama sekali nggak ada panggung. Sekarang orang-orang senang. Bahkan jadi trend. Akhirnya orang mengakui,” beber Amal.

 

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR