Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Savana Project, Paket Lengkap Dari Indonesia Timur

Nicko Show - IDE TIMUR

IDE Timur – Berawal dari kecintaan mereka terhadap musik, 16 muda mudi asal Indonesia Timur ini sepakat untuk membentuk sebuah grup band yang mereka beri nama Savana Project. Awalnya, Charlos (music arranger/ vocal), Iwan (mixing/mastering/ vocal), Triyanto (manager / vocal), Manto (producer / vocal), Allen (video visual / vocal), Triventus  (direct / vocal), Tom  (vocal rap), Jean (gitar / vocal), Komang (gitar),  Dedy (vocal), Kevin (vocal), Bojes (vocal), Fayet (vocal), Juneidi (vocal), Antus (vocal) dan Vito (vocal) ini hanyalah mahasiswa baru di sebuah universitas di kota Yogyakarta.

Karena sama-sama menyukai musik dan berasal dari dari daerah yang sama, mereka pun sepakat untuk membentuk band. Savana pun dipilih sebagai nama band tersebut. Namun berbeda dengan band-band pada umumnya, Savana adalah band paket lengkap.

Tak hanya mengandalkan kualitas suara saja, para personilnya juga memiliki kelebihan lainnya. Seperti mahir dalam urusan video visual, diretor, dan lain sebagainya.

“Waktu itu kami tampil di penutupan ospek Universitas Amikom Yogyakarta di tahun 2019,” beber salah satu personilnya, Charlos Radjah.

Savana Project (foto. Dokpri)

 

Saat itulah terfikir untuk membuat channel YouTube sendiri. Dengan kemampuan tambahan yang dimiliki oleh masing-masing personil, membuat channel YouTube tentu bukanlah perkara sulit untuk mereka.

Namun membuat channel mereka menjadi besar dan disukai banyak orang adalah perkara yang berbeda. Di awal-awal meniti karir, Savana Project harus berjuang keras agar channel mereka dikenal banyak orang.

“Cukup berat sih masa-masa awal mencari view dan subscribe. Sampai kami harus share ke teman-teman dari timur juga untuk bantu mensuport kami,” jelas Charlos Radjah.

Ditengah perjuangannya tersebut, Savana Project kembali diterpa ujian. Beberapa personil harus pulang ke kampung halaman mereka masing-masing.

Alhasil, Savana Project pun terpaksa vakum. Saat itulah Charlos Radjah berusaha keras agar Savana Project tetap berjalan walau dengan kondisi yang tidak memungkinkan.

“Disitu saya selaku produser musik sekaligus beat maker harus berusaha sendiri membuat lagu dan mengambil video hanya dengan menggunakan handphone karena kekurangan alat juga di kampung,” ucap Charlos Radjah.

Savana Project (foto. Dokpri)

 

Perjuangan mereka tak sia-sia. Lagu-lagu mereka sempat viral di kawasan Timur seperti Sumba dan Papua. Bahkan Savana Project sempat tampil dalam acara PDIP di Sumba Timur.

“Nama Savana kami ambil dari kata sabana yaitu padang luas yang tandus yang merujuk ke pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur yang identik dengan padang sabananya. Filosofi kami yaitu “kau seperti padang savana yang luas”. Dengan demikian kami akan membuat karya dengan kreatifitas yang luas atau tanpa batas,” ucap Charlos Radjah.

Hingga saat ini, sudah 10 lagu dirilis oleh Savana Project. Genre musik hip-hop dan R&B yang merupakan genre musik yang cukup populer bagi masyarakat Indonesia timur pun dipilih sebagai benang merah mereka bermusik.

 

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR