Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Ail Beatz : Awalnya Cuma Dibayar 25 Ribu Per Lagu

Nicko Show - IDE TIMUR

IDE Timur – Keinginannya untuk mendalami musik Hip Hop mengantarkan Ail Beatz bergabung dengan komunitas G-Town Hip Hop. Ail Beatz memang sangat menggemari musik Hip Hop.

Di tahun 2013, ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP, Ail Beatz diperkenalkan dengan komunitas Hip Hop di kota Gorontalo.

Awalnya, Ail Beatz hanyalah sebagai penikmat musik Hip Hop saja. Namun setelah mengenal lebih jauh dengan para pelaku Hip Hop di Gorontalo, keinginan Ail Beatz untuk mendalami musik tersebut pun akhirnya muncul.

Ail Beatz merasa jika musik Hip Hop memiliki keunikan tersendiri. Musiknya jelas berbeda dengan genre-genre lainnya. Dan Liriknya terasa padat serta tidak bertele-tele.

“Dari situ setiap malam nongkrong sama mereka. Mulai tertarik bikin lagu, penasaran gimana cara buat lagu,” ujar Ail Beatz.

Ail Beatz pun mulai tertarik untuk bisa bergabung dengan G-Town Hip Hop. Dan di bulan Oktober, tepatnya di tahun 2014, Ail Beatz mendaftar untuk menjadi salah satu anggota G- Town Hip Hop.

Namun G-Tow Hip Hop tak sekedar komunitas biasa. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh para anggotanya. Salah satunya adalah produktif membuat lagu setiap tiga bulan sekali.

Untuk yang satu ini, Ail Beatz memang tak memiliki pengalaman. Namun keinginannya untuk memperdalam musik Hip Hop begitu kuat.

“Saya masih bingung mau rekaman dimana. Saya beli mic, tapi masih mic dari headphone. Disitu saya belajar bikin lagu sendiri. Karena nggak punya budget,” jelas Ail Beatz.

Ail Beatz (Foto. Dokpri)

 

Dengan bantuan orangtuanya, Ail Beatz pun akhirnya bisa memiliki laptop sendiri. Semakin hari, Ail Beatz semakin paham bagaimana memproduksi lagu sendiri. Namun tetap saja, alat yang digunakan masih sebatas alat yang sederhana.

Ail Beatz pun mencari akal untuk bisa menghasilkan karya yang bagus dan memenuhi standart G- Town Hip Hop.  Dengan bantuan teman-temannya, Ail beatz mulai membuka jasa pembuatan lagu. Dan diluar dugaan, banyak yang tertarik dengan tawaran Ail Betaz tersebut.

“Saya buka jasa dibayar 25 ribu permusik. Saya kumpulin uangnya. Akhirnya kekumpul 50 ribu. Dari situ saya mulai semangat bikin lagu. Setor lagu sudah diterima,” kata Ail Beatz sambil tertawa.

Ail Beatz (Foto. Dokpri)

 

Dengan uang tersebut, Ail Beatz pun mulai menyicil untuk membeli peralatan yang memadai. Ail Betz pun mulai produktif. Namanya sebagai pembuat musik juga mulai dikenal banyak orang.

“Harga saya naikin jadi 50 ribu. Saya kumpulin duit lagi buat beli PC. Soalnya ada kendala laptop saya hilang pas ospek angkatan generasi sembilan,” ungkap Ail Beatz.

Kamar tidurnya pun disulap menjadi sebuah studio. Perlahan tapi pasti, orang-orang pun mulai tertarik untuk menggunakan jasa Ail Beatz. Dan tentunya, honor Ail Beatz sebagai pembuat lagu pun semakin bertambah besar.

Setiap pulang sekolah, Ail Beatz mengaku selalu membuat lagu. Di tahun 2016, channel YouTube miliknya pun juga semakin berkembang. Saat itulah, Ail Beatz mulai fokus untuk mengurusi channel miliknya. Imbasnya, nama Ail Beatz semakin dikenal orang. Dan tawaran manggung pun mulai berdatangan.

“Untuk lagu sudah nggak kehitung lagi berapa banyak. Manggung semakin banyak karena banyak lagu,” ucap Ail Beatz.

 

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR