Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Sempat Dicaci Dan Dihujat, Timur Foundation Rap Justru Tumbuh Menjadi Komunitas Rap Besar di Kupang

Nicko Show - IDE TIMUR

IDE Timur – Berawal dari pertemanan dan memiliki hobi yang sama, Timur Foundation Rap (TFR) tumbuh menjadi komunitas rap yang cukup besar di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur.  Anggotanya kini bahkan telah mencapai 22 orang.

Padahal saat baru dibentuk, TFR hanya beranggotakan tiga orang saja. Adalah Hasta Hanzo lah yang pertama kali memprakarsai komunitas ini. Pria asal Lembata, Nusa Tengara Timur ini memang memiliki hobi nge-rap.

Ketika datang ke Kupang untuk kuliah,  Hasta Hanzo bertemu dengan Rapsvns yang memiliki hobi menciptakan lagu. Padahal saat itu Rapsvns sama sekali tak mengenal musik rap. Dari Hasta Hanzo lah Rapsvns akhirnya sedikit memahami mengenai musik rap.

“Dia ingin banget bikin lagu. Akhirnya kita sering ketemuan, ngopi-ngopi. Waktu itu bertiga sama satu teman lagi. Tapi dia Cuma ikut-ikutan aja dan nggak tahu musik rap juga,” ujar Hasta Hanzo.

Zhay Kill (Foto. Istimewa)

 

Hampir setiap hari, ketiga sahabat tersebut bertemu. Dan setiap berkumpul, pembahasannya selalu musik rap. Hingga salah satu sahabat yang bernama Zhay Kill yang tadinya sama sekali tak menyukai musik rap menjadi tertarik untuk ikutan bergabung.

Dengan formasi awal tiga orang, mereka pun mencoba membuat lagu sendiri. Konten-konten singkat pun dibuat untuk story-story di instagram mereka.

!4 April 2016, TFR pun resmi dibentuk. Namun awal perjalanan komunitas ini ternyata tak semulus yang dikira. Justru sebaliknya, hujatan demi hujatan kerap mereka alami.

“Kita dihina, dicaci, diketawain, direndahkan. Katanya kita nggak jelas bahkan kita juga dikucilkan,” jelas Hasta Hanzo.

Rapsvns (Foto. Istimewa)

 

Tekanan-tekanan tersebut tak membuat mereka gentar. Bahkan satu bulan berselang, TFR pun resmi membuat channel YouTube nya sendiri. Dan ternyata, lagu mereka cukup disukai oleh masyarakat.

“Dari situ kita coba aja untuk bikin komunitas. Kita mulai rekrut anggota, kita cari relasi,” tutur Hasta Hanzo.

Perlahan tapi pasti, banyak rapper-rapper yang ingin bergabung dengan mereka. Hingga akhirnya, TFR tumbuh menjadi komunitas yang cukup besar di Kupang.

“Jadi kalau di YouTube, lagu-lagunya kita bagi-bagi aja. Kalau kita perform juga kita tawarkan siapa yang mau perform. Sekarang sudah ada sekitar puluhan lagu,” ujar Hasta Hanzo.

 

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR