Mixtape.
Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a, tellus. Phasellus viverra nulla ut metus varius laoreet quisque rutrum. [vc_empty_space height="34px"]

Sering Diminta Balik Ke Musik Awal, Ini Jawaban DJ Desa

Nicko Show - IDE TIMUR

IDE Timur – Musik harus fleksibel dan harus terus berinovasi. Itulah yang diterapkan oleh DJ Desa dalam karya-karya mereka.

Para penggemar DJ Desa pasti paham benar jika musik yang ada di channel YouTube DJ Desa sedikit demi sedikit telah mengalami perubahan. Ya, DJ Desa memang tak seperti dulu lagi.

Jika membaca komentar-komentar dari para penggemarnya, sebagian dari mereka menginginkan DJ Desa kembali lagi ke musik yang mereka usung dahulu.

Lantas, seperti apa sebenarnya perbedaan musik DJ Desa dahulu dengan DJ Desa sekarang?

“Kalau dulu dari instrumennya lebih jelas.  Kalau sekarang ngikutin trend, jedak jeduk jadi  lebih hard,” ujar Febri Hands.

Febri Hands (Foto. Istimewa)

 

Banyaknya komentar yang menginginkan agar DJ Desa kembali lagi seperti dahulu sempat membuat Febri Hands kebingungan. Pasalnya, ia selalu berusaha membuat musik DJ Desa terus berinovasi. Febri Hands juga berusaha keras agar DJ Desa terus fleksibel dalam membuat musik.

Itu artinya, DJ Desa akan terus mengikuti pasar dan perkembangan jaman dalam menentukan aransemen untuk karya-karya mereka.

“Kita ngikutin yang lagi trend. Kalau dulu temponya agak pelan. Jadi Ikutin arah pasar. Nggak idealis,” ucap Febri Hands.

Jika dicermati, dahulu DJ Desa kerap menawarkan musik-musik yang berbau unsur tradisional. Beat yang mereka usung cenderung lambat. Dan instrumen yang digunakan pun kerap menggunakan instrumen tradisional seperti suling dan gamelan.

Febri Hands (Foto. Dokpri)

 

Namun seiring dengan perkembangan jaman, DJ Desa pun melakukan perubahan. Musik-musik yang viral di Tik Tok menjadi acuan. Untuk yang satu ini, Febri Hands memiliki alasan tersendiri.

“Intinya Dj Desa nggak monoton ke satu aliran. Ingin kasih ke penggemar. Soalnya kalau bikin satu aliran aja, takutnya dari kitanya tetap ada rasa monoton. Takut nggak ada inspirasi lagi,” kata Febri Hands sambil tertawa.

“Tujuan merubah genre agar otak ke refresh,  nggak monoton. Bisa ada inspirasi.  Takutnya monoton,” sambungnya.

Lantas, apakah suatu saat DJ Desa akan kembali mencoba musik-musik yang pernah mereka kenalkan dahulu? “Nggak menutup kemungkinan bisa jadi kita bosan dan balik lagi ke slow. Tergantung situasi kondisi. Kadang saya selang-seling.  Lebih ke inspirasi. Soalnya kalau ditahan di satu aliran biasanya otaknya mandek,” tegas Febri Hands.

 

Written By: Nicko Show - IDE TIMUR